Pak Erwin,
Saya
ibu rumah tangga ingin memulai usaha sampingan. Saya teinspirasi dengan istilah
SOHO (small office home office), sehingga dapat berbisnis dan juga bekerja
sebahai ibu rumah rangga di rumah. Dari pilihan yang ada akhirnya saya ingin
menjadi salah satu agen MLM (multi level marketing) mengingat modal yang relative
lebih kecil.
Menjadi
masalah saat ini adalah saya bingung memilih MLM yang baik, mengingat banyak
orang berpandangan negatif tentang MLM dan banyak yang gagal, mohon
penjelasannya.
Siany
Bekasi
JAWABAN:
Dear Ibu Sianny, womanpreneur semakin banyak saai ini dan
banyak penelitian yang membuktikannya. Bisnis SOHO juga sudah terbukti
berhasil. Jadi Ibu Sianny sudah pada jalur yang benar, tetap di rumah dan
berbisnis.
MLM
harus terdaftar di Kementrian Perdagangan dan juga menjadi anggota penjualan
langsung seperti APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Jadi ada payung hokum
dari pemerintah dalam hal inio mengatur pendirian, pembinaan dan pengawasan
usaha MLM dan dari sisi professional didukung oleh asosiasi (APLI). Kedua lembaga
ini membatu untuk mengenal lembaga mana yang sudah terdaftar di kementrian
serta menjadi anggota assosiasi. Dengan terdaftar di kedua lembaga ini
memberikan indikasi kebenaran usaha MLM tersebut.
Selain
terdaftar di dua lembaga tadi, ada beberapa hal yang perlu dihindari dalam
memilih MLM.
Pertama, MLM yang tidak ada produknya (money game) hanya mendaftarkan anggotanya
tanpa menjual apa-apa. Hal ini sangat berbahaya bagi agen. Sudah banyak bisnis
investigasi mengaku sebagai MLM atau investasi lainnya tanpa menjual produk. Ujung-ujungnya,
perusahaan tutup mendadak. Dan uang dari agen/nasabah di bawa kabur.
Kedua, bisnis piramid. Artinya yang
diuntungakan hanya yang di atas atau up line yang bermula-mula. Yang jadi downline kerja keras tapi hasilnya lebis
besar upline yang tak kerja keras. Sitem KKS (kanan kiri seimbang/binary) yang menghanguskan sebagian
pekerjaan Anda kalau downline tak
seimbang
Tiga, harga produk tidak wajar. Missal ada
MLM yangmenjual sabun mandi seharga Rp 1 juta. Apa keuntungan Anda membeli
produk itu?
Lima,
tampa dukungan sistem leadership yang baik.
Enam, sistem komisi yang berubah-ubah
dan tidak jelas.
Sebaiknya,
bagaimana melihat MLM yang baik kita pilih? Setelah terdaftar dan tidak
mengindikasikan hal yang buruk, pilihlah MLM yang Anda senangi produknya dan
sistemnya. Misalkan Anda senang produk kosmetik, produk kesehatan, atau
kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Bisnis
MLM yang baik, biaya registrasinya relatif ringan dan tak ada paksaan membeli
produk . hal utama dalam bisnis ini adalah produknya. Sistem leadhership membantu Anda menjalankan
bisnis MLM karena perlu motivasi kuat menjalankan bisnis ini.
Tak ada
dukungan dari upline akan membuat Anda bingung menjalankan bisnis sehingga
lama-lama mati. Banyak sekali bisnis MLM tidak dijalankan lagi karena agen
menganggap bisnis ini sampingan dan tak perlu fokus. Kalau tidak fokus bekerja
pasti hasilnya tidak maksimal.
Cerita-cerita
negatif di balik bisnis MLM adalah kebohongan yang dilakukann para agen waktu
menawarkan bisnisnya berkedok bisnis jaringan, bisnis retail, pengahasilan
ratusan juta yang diplesetkan/dimaipulasi sehingga calon agen merasa dibohongi
setiap orang mendengar MLM langsung antipati.
Untuk
informasi lebih lanjut dan pertanyaan, pembaca dapat mengirim email ke erwin.halim.mba@gmail.com
No comments:
Post a Comment