Saturday, September 1, 2012

Potensi hoki bisnis takoyaki

Aneka makanan khas Jepang kini semakin marak dijajakan di Indonesia. Selain makanan berat, makanan ringan atau camilan khas negeri sakura itu juga banyak ditemui di Tanah Air. Salah satu camilan Jepang yang punya banyak penggemar di Indonesia adalah takoyaki. Di negara asalnya, makanan berbentuk bulat kecil yang terbuat dari adonan tepung terigu ini berisi irisan daging gurita.

Namun, kehadirannya di Indonesia sudah banyak mengalami inovasi. Selain gurita, banyak pengusaha kuliner menambahkan bahan isian aneka seafood, seperti udang, ikan, dan lain-lain. Mereka berinovasi dan menjadikan takoyaki sebagai ladang usaha karena makanan ini punya banyak penggemar di Indonesia.

Bahkan, banyak dari mereka yang menawarkan kemitraan atau waralaba. Kendati sudah melewati masa booming, peluang bisnis ini masih menjanjikan. Terbukti, beberapa tawaran kemitraan takoyaki mengalami pertumbuhan jumlah mitra. Beberapa diantaranya adalah Oishii Tako, Takoyaki-na, dan Takoyaku. Bagaimana kondisi usaha mereka saat ini? Berikut ulasannya.

Takoyaki-na

KONTAN pernah mengulas tawaran kemitraan Takoyaki-na pada bulan Maret 2010. Saat itu, usaha asal Yogyakarta ini sudah memiliki 50 gerai. "Kini jumlah gerai kami sudah 75 gerai," kata Yudithia Samsul, sang pemilik usaha Takoyaki-na. Dari jumlah tersebut, hanya dua gerai milik sendiri. Sisanya milik mitra usaha. Gerai tersebut tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang, Purwokerto, Solo, Samarinda, Surabaya dan Balikpapan.

Ia menargetkan, jumlah outlet sampai akhir tahun ini mencapai 85 unit. Ia optimistis target itu tercapai. "Kemitraan kami diminati karena banyak masyarakat menyukai citarasa takoyaki kami," kata Yudith yang mendirikan usaha pada Maret 2009 ini. Yudith menawarkan takoyaki dengan beragam varian isi, seperti cumi-cumi, keju, daging sapi, kepiting, dan ayam. Karena ada kenaikan harga bahan baku, kini harga jual Takoyaki-na dibanderol mulai Rp 8.500 - Rp 9.000 per porsi. Harga sebelumnya Rp 6.500 per porsi.

Selain inovasi menu, untuk mengembangkan usaha, ia juga gencar melakukan sosialisasi kepada calon mitra. Selain lewat internet, sosialisasi juga dilakukan lewat media-media lokal di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Komunikasi dengan para mitra yang sudah berjalan juga tetap dilakukan. Ia mengklaim, omzet sebagian besar mitra usahanya sesuai dengan target semula.

Takoyaki-na menawarkan dua paket kemitraan, yakni paket Rp 7,5 juta dan paket Rp 15 juta. Biaya kemitraan ini belum mengalami perubahan sejak tahun 2010. Masing-masing paket mendapatkan booth, peralatan memasak, banner, bahan baku, serta pelatihan karyawan. Tapi, jenis dan kuantitasnya berbeda setiap paket.

Lokasi usahanya juga dibedakan. Paket Rp 7,5 juta berlokasi di pinggir jalan, sedangkan paket Rp 15 juta menyasar pusat perbelanjaan. Yudith menargetkan, paket Rp 7,5 juta meraup omzet rata-rata Rp 250.000 per hari. Sementara omzet paket Rp 15 juta sebesar Rp 450.000 per hari.

Oishii Tako

Berdiri tahun 2008, gerai pertama Oishii Tako berada di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. Pada tahun 2009, sang pemilik, Aziz Yunus resmi menawarkan kemitraan. Saat diulas KONTAN pada September 2010, Oishii Tako baru memiliki empat gerai.

Selang dua tahun, jumlah gerainya saat ini sudah 30 gerai. Dari jumlah itu, hanya empat gerai yang dimiliki oleh Aziz. Selebihnya milik mitra usaha. Penambahan mitra itu kebanyakan di Palembang, Yogyakarta, dan Ciamis. Sementara gerai lain tersebar di Jakarta dan Tangerang.

Aziz mengaku, kinerja bisnisnya ini lumayan memuaskan. "Soalnya, kompetitor semakin banyak dibandingkan saat pertama kali saya memulai usaha," jelasnya. Kendati persaingan kian ketat, ia optimistis tetap bisa bertahan. Untuk mengembangkan usahanya, ia fokus melakukan inovasi menu.

Selain isi daging gurita, Aziz kini membuat takoyaki dengan isi cumi-cumi, udang, kepiting, dan sebagainya. Varian menu ini dilakukan guna memenuhi selera pasar. "Karena tak semua orang menyukai daging gurita," ujarnya. Sejak tahun 2010, Aziz juga menambahkan toping saos pedas bagi konsumen yang menyukai rasa pedas.

Selain inovasi menu, ia juga tetap mempertahankan harga jual bahan baku ke mitra usaha. Dalam kerjasama kemitraan ini, Aziz belum menaikkan paket investasi Oishii. Ada dua pilihan paket investasi yang ditawarkannnya.Yakni, paket Rp 2,25 juta dan Rp 6 juta. Untuk paket pertama, mitra hanya mendapatkan alat panggang takoyaki, bahan baku untuk 150 porsi, serta kerja sama. Peralatan lain seperti booth harus disediakan sendiri oleh mitra.

Sementara untuk paket kedua , mitra akan mendapatkan booth, peralatan memasak, dan bahan baku awal untuk 150 porsi. Mitra juga akan mendapat alat promosi dan seragam karyawan. Kerjasama ini tidak memungut biaya royalti fee. Namun, mitra wajib membeli bahan baku dari pusat. Bahan baku takoyaki ini termasuk spesifik. Misalnya, katsuobushi yang terbuat dari daging ikan cakalang yang diserut untuk diambil kaldunya. Selain itu, rumput laut atau biasa disebut nori, yang sudah berbentuk bubuk.

Untuk harga jual ke konsumen mengalami kenaikan menjadi Rp 10.000 per porsi, dari sebelumnya Rp 9.000. Selain takoyaki, kini Aziz juga mulai mengenalkan camilan pendamping untuk dijual bersamaan, yakni okonomiyaki. "Meski penjualannya belum banyak, tapi bisa menambah omzet mitra," ujar Aziz.

Takoyaku

Berdiri sejak Desember 2010 di Bogor, Jawa Barat, Takoyaku merambah kemitraan pada Februari 2011. Saat KONTAN mengulas kemitraan ini pada Juni 2011, Takoyaku baru punya tujuh gerai.

Jumlah gerainya saat ini sudah ada 20 yang tiga diantaranya milik sendiri. Syafril Angga Saputra, pemilik Takoyaku bilang, para mitra usahanya tersebar di berbagai kota, seperti Jakarta, Bandung, Bogor, dan Palembang.

Tahun lalu, Takoyaku masih menawarkan kemitraan dengan paket investasi senilai Rp 5,5 juta. Estimasi omzet mitra Rp 225.000 dan balik modal dalam waktu tiga bulan. Saat itu, menu takoyakinya masih terdiri empat pilihan rasa, yakni original, spicy, double cheese, dan mix max.

Nah, sekarang beberapa sudah ada yang mengalami perubahan. Misalnya, paket investasinya sudah naik menjadi Rp 7 juta. Investasi itu sudah termasuk peralatan, booth dan bahan baku awal. "Tapi belum sewa tempat," ujarnya.

Angga mengaku terpaksa menaikkan biaya investasi karena menyesuaikan dengan kenaikan harga peralatan dan bahan baku produk. Kendati begitu, Angga memastikan harga jual Takoyaku tidak mengalami kenaikan. "Masih masih kami jual Rp 7.000-Rp 8.000 per porsi," ujarnya.




Untuk target omzet dan balik modalnya masih sama. Hanya pilihan menunya kini semakin beragam. Selain takoyaki juga tersedia okonomiyaki, yuki sobu, dan yuki udon. Untuk lebih mempopulerkan brand Takoyaku ini, Angga berencana membuka paket mini resto.

Harus Berani Menawarkan Menu Berbeda

Kendati merupakan makana khas Jepang, bisnis takayoki di Indonesia masih menjanjikan. Peluangnya masih terbuka karena penggemarnya cukup banyak di Indonesia. Itu sebabnya, kata Erwin Halim, konsultan dan pengamat waralaba dari Proverb Consulting, bisnis ini masih akan diminati. “Apalagi risikonya kecil dengan harga dan biaya investasi yang terjangkau masyarakat menengeh kebawah” katanya
            Dengan rata-rata harga jual sekitar Rp 10.000 perporsi, siapapun bisa membelinya sekedar mencoba rasa. Kendati minim risiko, tetap ad abeberapa hal yang harus diperhatikan para pemain bisnis ini. Hal utama yang perlu diperhatikan terkait dengan inovasi menu. Menurutnya, para pemain di bisnis ini berani memproduksi t akoyaki dengan rasa yang berbeda “Diferensiasi produk itu penting untuk mengungguli yan lainnya” ujar Erwin.
            Terlebih, persaingan di bisnis ini sudah semakin ketat. Bila semua produk yang dijual sama, maka tidak ada pembeda dengan pemain yang lain yang dapat menarik minat konsumen. Selain inovasi menu, Erwin juga menekankan pentingnya strategi penjualan. Hal ini  terkait erat dengan pemilihan lokasi usaha. Karena ini bisnis makanan, ia menyarankan memilih tempat di keramaian, seperti mal. Apalagi takoyaki merupakan makanan ringan. “Dipintu-pintu keluar mal sangat bagus makanan ini dijajakan,” ujarnya
            Bila tempat pertama kurang ramai, harus berani memindahkan hasil usaha ke tempat lain. Makanya, harus jeli melihat tempat strategis lainnya. Untuk itu, jangan menyewa satu tempat dalam waktu lama.


Sumber : Kontan Sabtu, 1 September 2012
   Noverius Laoli, Revi Yohana, Fahriyadi ,

Saturday, August 11, 2012

Bisnis bengkel masih menjanjikan


 
Jumlah pengendara motor terus bertambah di Indonesia. Seiring dengan itu, bisnis bengkel sepeda motor pun turut menggeliat. Terbukti, bisnis jasa pemeliharaan dan perbaikan sepeda motor ini makin menjamur.Bahkan, lantaran peluang pasarnya besar, kini banyak bengkel motor menawarkan waralaba dan kemitraan. Dalam review kali ini, KONTAN kembali mengulas perkembangan usaha beberapa kemitraan bengkel motor.

Diantaranya ada Bengkel Motor Center, Mr. Montir, dan Bengkel Bikemart. KONTAN pernah mengulas tawaran usaha mereka di tahun lalu.Nah, saat ini, perkembangan bisnis ketiga bengkel itu ternyata masih mencatat pertumbuhan positif. Mereka berhasil mengalami pertumbuhan usaha dan jumlah mitra. Seperti apa persisnya perkembangan usaha mereka, berikut ulasannya:

Bengkel Motor Center (BMC)

Pertumbuhan bengkel motor asal Yogyakarta ini terbilang cukup baik. Sejak berdiri tahun 2008, BMC berhasil terus menambah jumlah mitra usahanya. Jumlah gerai BMC kini sudah ada 24. Padahal, saat diulas KONTAN pada November 2011, jumlah gerainya baru ada 19. Jadi, dalam sembilan bulan terakhir, BMC berhasil menambah lima gerai baru. Dari seluruh gerai itu, gerai milik sendiri hanya ada satu. Selebihnya milik mitra.Mitra usahanya ini tersebar di Jakarta, Bandung, Kediri, Klaten, Denpasar, dan Palembang."Selepas Lebaran, kami sudah ada kesepakatan untuk membangun BMC baru di Jambi dan Wonogiri," jelas Adi Rosadi, pemilik BMC.

Maka, paling tidak sampai akhir tahun jumlah gerainya bakal mencapai 25 cabang. Menurut Rosadi, jumlah mitranya terus bertambah karena biaya investasi yang ditawarkannya tidak memberatkan mitra. "Paket investasinnya masih sesuai kemampuan calon mitra," kata Adi. Dalam kemitraan ini, BMC menawarkan tiga pilihan paket mandiri. Yakni, paket kecil, menengah, dan paket besar. Sebelumnya, nilai investasi untuk paket kecil dibanderol Rp 150 juta. Adapun paket menengah dan besar, investor harus menyediakan duit masing-masing sebesar Rp 185 juta dan Rp 250 juta.

Nah, saat ini paket investasinya sedikit diturunkan. Untuk paket kecil dengan luas lahan minimal 75 meter persegi turun menjadi Rp 125 juta. Sementara paket besar turun menjadi Rp 245 juta. Adapun harga paket menengah masih tetap sama senilai Rp 185 juta. "Penurunan biaya investasi ini karena saya semakin mengerti cara memaksimalkan biaya pembangunan bengkel baru," katanya.

Meski harganya turun, Rosadi menjamin gerainya tetap nyaman bagi pengunjung. Kualitas layanan juga tidak ada yang berubah."Ruang tunggu kami bersih, ada pendingin ruangan dan setiap orang mendapat welcome drink gratis," ujar Adi.

Selain paket mandiri, BMC kini menawarkan paket baru yang dinamakan paket full control. Paket full control ini mulai ditawarkan pada Januari 2012 lalu. Pada paket ini, mitra akan mendapat kontrol dan pendampingan yang lebih intensif dari pihak pusat. Sedangkan pada paket mandiri, mitra lebih bebas.

"Pada paket full control kami menyediakan CCTV di lima titik toko dan membeli cashback 5 juta untuk operasional awal," jelas Adi. Program cashback diharapkan bisa meminimalisir risiko gerai mengalami kerugian. Harga paket full control ini dipatok Rp 185 juta untuk paket kecil, Rp 245 juta untuk paket menengah, dan Rp 350 juta untuk paket besar.

Omzet mitra ditargetkan sekitar Rp 1,5 juta per hari. Dengan pendapatan sebesar itu, mitra BMC diperkirakan bisa balik modal pada bulan ke-18 hingga ke-24.

Mr. Montir

KONTAN pernah mengulas tawaran waralaba Mr Montir pada Desember 2010. Saat itu, bengkel yang berada di bawah bendera usaha PT Tecno Motor Indonesia ini masih memiliki tujuh gerai, dan satu diantaranya milik mitra.

Nah, saat ini, Mr Montir sudah memiliki 50 gerai. Lima diantaranya milik sendiri. R. Dwi Kristianto, Sales Manager PT Tecno Motor Indonesia mengatakan, Mr Montir akan membangun 18 gerai lagi pada tahun ini. Ditargetkan, jumlah gerai Mr Montir sampai akhir tahun ini mencapai 150 di seluruh Indonesia. Untuk memcapai target itu, bengkel yang mulai diwaralabakan November 2009 ini akan menjalankan strategi baru. "Kami fokus buka cabang di luar Pulau Jawa," ujar Dwi.

Selain itu, supaya semakin dikenal, Mr Montir juga rajin mengikuti pameran franchise.Saat ini, gerai Mr Montir banyak berlokasi di Jabodetabek, Jawa, dan Palembang. Agar bisa bersaing dengan bisnis yang lain, Mr Montir mematok harga yang tidak terlalu mahal, tapi juga tidak terlalu murah. Harga biaya sevice sekitar Rp 25.000. Harga tersebut masih bisa berubah tergantung lokasi cabang.

Saat ini, Mr Montir juga sudah menaikkan biaya investasi. Sebelumnya, setiap calon mitra harus menyediakan dana sebesar Rp 199 juta. Dana ini untuk franchise fee Rp 50 juta. Sisanya untuk peralatan standar, lima bikelift, seragam, toolbox dan pegawai. Investasi ini juga termasuk furnitur, komputer, training selama dua minggu dan pajak reklame setahun. Namun, saat ini, mitra harus menyediakan investasi sekitar Rp 300 juta. Sebesar Rp 100 juta dialokasikan buat franshise fee. "Tapi saat ini ada diskon 25% menjadi Rp 75 juta," ujarnya. Adapun sisanya untuk penyediaan peralatan.

Bikermart

Bikermart milik Hendry Edy Wahono menawarkan konsep bengkel motor dan minimarket sparepart dalam satu atap. Berdiri sejak 2008, bengkel motor ini resmi menawarkan kemitraan setahun kemudian. Edy mengklaim, bengkel motornya mengusung konsep bengkel modern.KONTAN sendiri pernah mengulas usaha bengkel yang bermarkas di Purwokerto ini pada September 2011. Saat itu, Bikermart telah memiliki 24 mitra.Sebelas bulan berlalu, kini Bikermart telah 30 gerai milik mitra serta lima gerai milik sendiri. Menurut Hendry, paket investasi yang ditawarkan tetap sama dan tak berubah. Begitupun dengan omzet dan balik modalnya masih tetap.


Bikermart menawarkan paket minimarket sparepart dan minimarket plus bengkel. Untuk paket minimarket sparepart tersedia tiga pilihan. Yakni, gold, silver, dan bronze yang masing-masing bernilai Rp 200 juta, Rp 150 juta, Rp 100 juta. Paket minimarket plus bengkel juga tersedia tiga pilihan. Yakni gold, silver, dan bronze dengan nilai masing-masing Rp 300 juta, Rp 200 juta, dan Rp 100 juta. Hendry memperkirakan, mitra bisa meraih omzet Rp 60 juta-Rp 150 juta per bulan. Dengnn pendapatan sebesar itu, mitra bisa balik modal sekitar satu hingga 1,8 tahun.

Hendry mengaku, masih tetap fokus mengembangkan kemitraan di seluruh Pulau Jawa. "Pulau Jawa masih tetap ujung tombak pasar bengkel sepeda motor di Indonesia, mungkin tahun depan kami akan ekspansi ke luar Jawa" ujarnya.Untuk mengembangkan usahanya, akhir Agustus nanti Bikermart berencana meluncurkan konsep supermarket sparepart motor. Nantinya paket ini akan dilengkapi pencucian motor dan helm serta kafe "Saya perkirakan nilai investasinya sekitar Rp 2 miliar," jelasnya. Meski menawarkan paket supermarket, paket minimarket tetap dipertahankan.

Pelayanan, Kunci sukses Bisnis Bengkel
PENGAMAT waralaba dari Proverb Consulting Erwin Halim menilai, peluang bisnis bengkel motor masih sangat besar. Peluang bisnis ini menjanjikan di tengah tingginya pertumbuhan sepeda motor. Selain di kota-kota besar, bisnis ini juga tetap menjanjikan di kota-kota kecil hingga pedesaan.

“Jumlah motor yang sangat banyak di peluang besar bagi bengkel motor, asal pelayanan bagus dan harga kompetitif pasti bisa meraup pasar yang bagus,” ujarnya.
Beda dengan bengkel resmi milik agen tunggal pemegang merek (ATPM), bengkel-bengkel umum bisa men-service semua merek motor. Namun, dalam negelola bisnis ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Diantaranya menyangkut kualitas pelayanan.

Pelayanan ini tidak hanya terkait dengan service motor, tapi juga pelayanan terhadap pemilik motornya. Misalnya, para pemilik motor diberi kesempatan untuk masuk dan melihat sendiri ketika motornya di service. Jadi mereka bisa berkomunikasi dengan montir dan mengemukan apa yang menjadi keluhan mereka.

Selain itu, pemilik bengkel jangan langsung melakukan penggantian komponen begitu ada kerusakan. Hal itu tentu memberatkan, seperti yang biasanya terjadi pada bengkel-bengkel yang sudah punya brand.

Kelengkapan sparepart juga harus diperhatikan. Meski bukan original, sparepart yang disediakan tetap harus berkualitas baik. Dari segi harga tentu tetap lebih murah dibandingkan produk yang orihinal. Selain itu, perlu juga diberikan garansi pasca sevice tanpa dikenakan biaya lagi

Sumber : Kontan Sabtu, 11 Agustus 2012
               Revi Yohana, Fahriyadi, Noverius Laoli,
  Havid Vebri

Bisnis bengkel masih menjanjikan


 
Jumlah pengendara motor terus bertambah di Indonesia. Seiring dengan itu, bisnis bengkel sepeda motor pun turut menggeliat. Terbukti, bisnis jasa pemeliharaan dan perbaikan sepeda motor ini makin menjamur.Bahkan, lantaran peluang pasarnya besar, kini banyak bengkel motor menawarkan waralaba dan kemitraan. Dalam review kali ini, KONTAN kembali mengulas perkembangan usaha beberapa kemitraan bengkel motor.

Diantaranya ada Bengkel Motor Center, Mr. Montir, dan Bengkel Bikemart. KONTAN pernah mengulas tawaran usaha mereka di tahun lalu.Nah, saat ini, perkembangan bisnis ketiga bengkel itu ternyata masih mencatat pertumbuhan positif. Mereka berhasil mengalami pertumbuhan usaha dan jumlah mitra. Seperti apa persisnya perkembangan usaha mereka, berikut ulasannya:

Bengkel Motor Center (BMC)

Pertumbuhan bengkel motor asal Yogyakarta ini terbilang cukup baik. Sejak berdiri tahun 2008, BMC berhasil terus menambah jumlah mitra usahanya. Jumlah gerai BMC kini sudah ada 24. Padahal, saat diulas KONTAN pada November 2011, jumlah gerainya baru ada 19. Jadi, dalam sembilan bulan terakhir, BMC berhasil menambah lima gerai baru. Dari seluruh gerai itu, gerai milik sendiri hanya ada satu. Selebihnya milik mitra.Mitra usahanya ini tersebar di Jakarta, Bandung, Kediri, Klaten, Denpasar, dan Palembang."Selepas Lebaran, kami sudah ada kesepakatan untuk membangun BMC baru di Jambi dan Wonogiri," jelas Adi Rosadi, pemilik BMC.

Maka, paling tidak sampai akhir tahun jumlah gerainya bakal mencapai 25 cabang. Menurut Rosadi, jumlah mitranya terus bertambah karena biaya investasi yang ditawarkannya tidak memberatkan mitra. "Paket investasinnya masih sesuai kemampuan calon mitra," kata Adi. Dalam kemitraan ini, BMC menawarkan tiga pilihan paket mandiri. Yakni, paket kecil, menengah, dan paket besar. Sebelumnya, nilai investasi untuk paket kecil dibanderol Rp 150 juta. Adapun paket menengah dan besar, investor harus menyediakan duit masing-masing sebesar Rp 185 juta dan Rp 250 juta.

Nah, saat ini paket investasinya sedikit diturunkan. Untuk paket kecil dengan luas lahan minimal 75 meter persegi turun menjadi Rp 125 juta. Sementara paket besar turun menjadi Rp 245 juta. Adapun harga paket menengah masih tetap sama senilai Rp 185 juta. "Penurunan biaya investasi ini karena saya semakin mengerti cara memaksimalkan biaya pembangunan bengkel baru," katanya.

Meski harganya turun, Rosadi menjamin gerainya tetap nyaman bagi pengunjung. Kualitas layanan juga tidak ada yang berubah."Ruang tunggu kami bersih, ada pendingin ruangan dan setiap orang mendapat welcome drink gratis," ujar Adi.

Selain paket mandiri, BMC kini menawarkan paket baru yang dinamakan paket full control. Paket full control ini mulai ditawarkan pada Januari 2012 lalu. Pada paket ini, mitra akan mendapat kontrol dan pendampingan yang lebih intensif dari pihak pusat. Sedangkan pada paket mandiri, mitra lebih bebas.

"Pada paket full control kami menyediakan CCTV di lima titik toko dan membeli cashback 5 juta untuk operasional awal," jelas Adi. Program cashback diharapkan bisa meminimalisir risiko gerai mengalami kerugian. Harga paket full control ini dipatok Rp 185 juta untuk paket kecil, Rp 245 juta untuk paket menengah, dan Rp 350 juta untuk paket besar.

Omzet mitra ditargetkan sekitar Rp 1,5 juta per hari. Dengan pendapatan sebesar itu, mitra BMC diperkirakan bisa balik modal pada bulan ke-18 hingga ke-24.

Mr. Montir

KONTAN pernah mengulas tawaran waralaba Mr Montir pada Desember 2010. Saat itu, bengkel yang berada di bawah bendera usaha PT Tecno Motor Indonesia ini masih memiliki tujuh gerai, dan satu diantaranya milik mitra.

Nah, saat ini, Mr Montir sudah memiliki 50 gerai. Lima diantaranya milik sendiri. R. Dwi Kristianto, Sales Manager PT Tecno Motor Indonesia mengatakan, Mr Montir akan membangun 18 gerai lagi pada tahun ini. Ditargetkan, jumlah gerai Mr Montir sampai akhir tahun ini mencapai 150 di seluruh Indonesia. Untuk memcapai target itu, bengkel yang mulai diwaralabakan November 2009 ini akan menjalankan strategi baru. "Kami fokus buka cabang di luar Pulau Jawa," ujar Dwi.

Selain itu, supaya semakin dikenal, Mr Montir juga rajin mengikuti pameran franchise.Saat ini, gerai Mr Montir banyak berlokasi di Jabodetabek, Jawa, dan Palembang. Agar bisa bersaing dengan bisnis yang lain, Mr Montir mematok harga yang tidak terlalu mahal, tapi juga tidak terlalu murah. Harga biaya sevice sekitar Rp 25.000. Harga tersebut masih bisa berubah tergantung lokasi cabang.

Saat ini, Mr Montir juga sudah menaikkan biaya investasi. Sebelumnya, setiap calon mitra harus menyediakan dana sebesar Rp 199 juta. Dana ini untuk franchise fee Rp 50 juta. Sisanya untuk peralatan standar, lima bikelift, seragam, toolbox dan pegawai. Investasi ini juga termasuk furnitur, komputer, training selama dua minggu dan pajak reklame setahun. Namun, saat ini, mitra harus menyediakan investasi sekitar Rp 300 juta. Sebesar Rp 100 juta dialokasikan buat franshise fee. "Tapi saat ini ada diskon 25% menjadi Rp 75 juta," ujarnya. Adapun sisanya untuk penyediaan peralatan.

Bikermart

Bikermart milik Hendry Edy Wahono menawarkan konsep bengkel motor dan minimarket sparepart dalam satu atap. Berdiri sejak 2008, bengkel motor ini resmi menawarkan kemitraan setahun kemudian. Edy mengklaim, bengkel motornya mengusung konsep bengkel modern.KONTAN sendiri pernah mengulas usaha bengkel yang bermarkas di Purwokerto ini pada September 2011. Saat itu, Bikermart telah memiliki 24 mitra.Sebelas bulan berlalu, kini Bikermart telah 30 gerai milik mitra serta lima gerai milik sendiri. Menurut Hendry, paket investasi yang ditawarkan tetap sama dan tak berubah. Begitupun dengan omzet dan balik modalnya masih tetap.


Bikermart menawarkan paket minimarket sparepart dan minimarket plus bengkel. Untuk paket minimarket sparepart tersedia tiga pilihan. Yakni, gold, silver, dan bronze yang masing-masing bernilai Rp 200 juta, Rp 150 juta, Rp 100 juta. Paket minimarket plus bengkel juga tersedia tiga pilihan. Yakni gold, silver, dan bronze dengan nilai masing-masing Rp 300 juta, Rp 200 juta, dan Rp 100 juta. Hendry memperkirakan, mitra bisa meraih omzet Rp 60 juta-Rp 150 juta per bulan. Dengnn pendapatan sebesar itu, mitra bisa balik modal sekitar satu hingga 1,8 tahun.

Hendry mengaku, masih tetap fokus mengembangkan kemitraan di seluruh Pulau Jawa. "Pulau Jawa masih tetap ujung tombak pasar bengkel sepeda motor di Indonesia, mungkin tahun depan kami akan ekspansi ke luar Jawa" ujarnya.Untuk mengembangkan usahanya, akhir Agustus nanti Bikermart berencana meluncurkan konsep supermarket sparepart motor. Nantinya paket ini akan dilengkapi pencucian motor dan helm serta kafe "Saya perkirakan nilai investasinya sekitar Rp 2 miliar," jelasnya. Meski menawarkan paket supermarket, paket minimarket tetap dipertahankan.

Pelayanan, Kunci sukses Bisnis Bengkel
PENGAMAT waralaba dari Proverb Consulting Erwin Halim menilai, peluang bisnis bengkel motor masih sangat besar. Peluang bisnis ini menjanjikan di tengah tingginya pertumbuhan sepeda motor. Selain di kota-kota besar, bisnis ini juga tetap menjanjikan di kota-kota kecil hingga pedesaan.

“Jumlah motor yang sangat banyak di peluang besar bagi bengkel motor, asal pelayanan bagus dan harga kompetitif pasti bisa meraup pasar yang bagus,” ujarnya.
Beda dengan bengkel resmi milik agen tunggal pemegang merek (ATPM), bengkel-bengkel umum bisa men-service semua merek motor. Namun, dalam negelola bisnis ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Diantaranya menyangkut kualitas pelayanan.

Pelayanan ini tidak hanya terkait dengan service motor, tapi juga pelayanan terhadap pemilik motornya. Misalnya, para pemilik motor diberi kesempatan untuk masuk dan melihat sendiri ketika motornya di service. Jadi mereka bisa berkomunikasi dengan montir dan mengemukan apa yang menjadi keluhan mereka.

Selain itu, pemilik bengkel jangan langsung melakukan penggantian komponen begitu ada kerusakan. Hal itu tentu memberatkan, seperti yang biasanya terjadi pada bengkel-bengkel yang sudah punya brand.

Kelengkapan sparepart juga harus diperhatikan. Meski bukan original, sparepart yang disediakan tetap harus berkualitas baik. Dari segi harga tentu tetap lebih murah dibandingkan produk yang orihinal. Selain itu, perlu juga diberikan garansi pasca sevice tanpa dikenakan biaya lagi

Sumber : Kontan Sabtu, 11 Agustus 2012
               Revi Yohana, Fahriyadi, Noverius Laoli,
  Havid Vebri

Thursday, July 12, 2012

Bisnis Bermodal Hemat Ala Homart


Peluang bisnis ritel masih menjanjikan. Itu juga yang mendorong PT Immortal menawarkan kemitraan minimarket. Paket investasinya senilai Rp 60 juta. Omzet mitra usaha ini sekitar Rp 50 juta per bulan. Dengan laba 15%, mitra bisa balik modal dalam tujuh bulan sampai setahun.

Bisnis minimarket tak pernah surut. Buktinya, minimarket terus bermunculan bak cendawan di musim hujan. Kendati persaingan kian ketat, bisnis ini tetap menjanjikan. Maklum, konsumsi masyarakat terus meningkat.

Itulah sebabnya, PT Immortal Store di Surabaya, Jawa Timur, ikut terjun menekuni bisnis minimarket. Sejak tahun 2011, perusahaan ini terjun ke bisnis minimarket dengan mengusung merek Homart. Kini, sudah ada dua gerai Homart di Surabaya.

Untuk mengembangkan usahanya, mulai awal tahun ini PT Immortal resmi menawarkan kemitraan usaha. Lewat kemitraan ini, Immortal menawarkan paket investasi Rp 60 juta. "Mitra akan mendapat berbagai fasilitas," kata Indra Kusuma, Corporate Partner Immortal.

Dengan membayar Rp 60 juta, mitra akan mendapat peralatan berupa paket sistem komputer untuk minimarket. Rincian barangnya ada komputer, LCD monitor, modem, laser barcode reader, printer, card reader, PIN keypad, serta software dan database. "Total nilainya mencapai Rp 10 juta," kata Indra.

Selanjutnya, mitra juga akan mendapat pasokan produk sponsor dari Immortal senilai Rp 20 juta. Produk sponsor ini terdiri dari kosmetik, suplemen kesehatan, dan buku.

Terakhir, mitra akan mendapatkan pasokan barang kebutuhan sehari-hari, seperti beras, snack, sampo, sabun, deterjen dan lain-lain. "Nilai pasokannya mencapai Rp 30 juta," jelas Indra. Selain itu ada pula fasilitas pelatihan buat karyawan.

Indra mengklaim, Homart memiliki keunggulan karena menerapkan program member get member. Dalam program ini, pemilik minimarket bisa menawari konsumennya untuk ikut member Immortal dengan membayar Rp 50.000.

Selain mendapat kartu, "Anggota juga akan mendapat barang senilai biaya pendaftaran itu," timpal Sri Hastuti, staf marketing di Immortal.

Menurutnya, setiap anggota nanti mendapat cash back 10% dari setiap transaksi. Sementara mitra sendiri akan mendapat bonus sekitar 2% dari Immortal.

Dengan sistem ini, mitra punya dua sumber pendapatan. Yakni, dari penjualan barang dan bonus yang didapat dari transaksi member. Bonus yang didapat mitra tidak sebatas transaksi member di Homart, tapi juga transaksi di Grup Immortal lainnya.

Perlu diketahui, Grup Immortal menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan baik restoran, properti, elektronik, kursus, bengkel, salon, travel, rumah sakit, klinik, apotek, dan hotel, otomotif. "Setiap member yang transaksi di grup akan mendapat cash back," ujar Sri.

Keuntungan lainnya, kata Indra, mitra bisa menukar barang yang hampir kedaluwarsa ke kantor pusat. Namun, penukarannya harus tiga bulan sebelum kedaluwarsa. Bila barang habis, mitra diharuskan membeli pasokan dari kantor pusat.

Sri memperkirakan, dalam sebulan mitra bisa meraup omzet sekitar Rp 30 juta-Rp 50 juta. Adapun laba bersihnya sekitar 15% per bulan. Dengan laba sebesar itu, mitra bisa balik modal dalam waktu tujuh bulan sampai setahun.

Erwin Halim, konsultan dan pengamat waralaba dari Proverb Consulting menilai, peluang bisnis ritel masih cukup menjanjikan. Namun, tingkat persaingan bisnis ini sudah sangat ketat. Maklum, pemainnya sudah berjibun.

Ia pun menyarankan pemain bisnis ini untuk menawarkan sesuatu yang berbeda kepada para konsumennya. Misalnya, dengan menyediakan layanan antar ke rumah.

Pemilihan lokasi juga penting. Pilih lokasi yang belum begitu banyak minimarket. Erwin sendiri menilai, sistem member yang ditawarkan Homart cukup menarik.

Program member ini bisa menjadi pembeda Homart dengan minimarket lain. "Tapi Homart harus bisa menjelaskan secara detail ke konsumen terkait dengan fasilitas yang didapatnya dengan menjadi anggota," ujarnya.

Homart
Jl. Raya Kali Rungukut V,
Rungkut Megah Raya Blok D 6,
Surabaya, Jawa Tinmur
Telp: 031-70126090

Sumber : KONTAN, Kamis 12 Juli 2012
                 Havid Vebri, Noverius Laoli

Thursday, July 5, 2012

Peluang laba dari berbisnis minuman jelly


Minuman es jeli memang menyegarkan. Pun begitu bisnisnya. Lihat saja, banyak orang yang menyandarkan rezeki dari berjualan minuman es jeli. Termasuk bagi Paksi Dewandarau asal Surabaya, Jawa Timur.

Paksi membuka usaha minuman es jeli dengan mengusung merek dagang Monster Jelly, sejak 2008. Guna melebarkan jaringan, mulai awal tahun ini, ia menawarkan kemitraan usahanya itu.

Saat ini, Monster Jelly sudah memiliki 100 mitra. Sebanyak 14 diantaranya milik sendiri. "Kebanyakan mitra saya mengambil paket gerobak Rp 12 juta," jelas Paksi. Monster Jelly menyediakan menu minuman jeli dengan berbagai rasa, seperti rasa pisang, vanila, stroberi, dan moka.

Tak hanya itu, Monster Jelly juga menjual aneka makanan, seperti jamur goreng, bakso goreng, kentang goreng, ayam goreng, bebek goreng, dan burger. Untuk minuman, harganya bervariasi mulai Rp 3.000-Rp 12. 000 per cub. Sementara harga makanan berkisar Rp 5.000-Rp 18.000 per porsi.

Dalam kerjasama kemitraan ini, Monster Jelly menawarkan tiga paket investasi. Pertama, paket gerobak dengan investasi Rp 12 juta. Dalam paket ini, mitra hanya menjual minuman saja.

Adapun fasilitas yang didapat mitra terdiri dari gerobak lengkap dengan peralatan masak, bahan baku, dan pelatihan dari kantor pusat. Estimasi omzet Rp 500.000 per hari atau Rp 15 juta per bulan.

Dengan laba 20%-30%, mitra balik modal dalam waktu tiga sampai empat bulan. "Untuk paket ini sasaran konsumennya anak sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA," jelas Paksi.

Kedua, paket dengan inves¬tasi Rp 20 juta. Mitra mendapat gerobak dengan ukuran lebih besar dari paket pertama. Selain itu, ada juga peralatan masak dan pelatihan.

Selain minuman, mitra yang mengambil paket ini juga menjual aneka makanan. Estimasi omzet Rp 1 juta per hari, dan balik modal sekitar satu sampai dua bulan. Pangsa pasarnya juga anak sekolah. Ketiga, paket dengan investasi Rp 350 juta.

Paket ini mengusung konsep restoran. Tempatnya bisa di ruko ataupun di tempat-tempat strategis lainnya termasuk di mal. Dengan investasi sebesar itu, mitra akan menjual aneka minuman dan makanan, seperti jamur goreng, ayam goreng, nasi goreng, aneka cemilan, dan kentang goreng.

Gerai mitra juga akan direnovasi total. Selanjutnya mitra juga akan mendapat meja, sofa, dan kursi. Kantor pusat akan menyiapkan semua fasilitas, sehingga mitra siap mengoperasikan gerai miliknya.

Mitra juga akan mendapatkan peralatan memasak. Estimasi omzet sekitar Rp 100 juta per bulan, dengan laba 20%-30% dari omzet. Kantor pusat akan memungut management fee 10% dari laba bersih. Mitra balik modal sekitar satu sampai dua tahun.

Erwin Halim, Konsultan dan pengamat waralaba dari Proverb Consulting menilai, Monster Jelly sudah cukup dikenal di segmen pasar menengah ke bawah. Pasalnya, saat awal usaha ini berdiri, harga paket investasinya sudah membidik konsumen menengah bawah.

Target pasarnya pun seperti itu. Maka, kemungkinan akan sulit mengembangkan paket restoran dengan harga Rp 350 juta. Ia menilai, paket Rp 12 juta dan Rp 20 juta masih akan berkembang.

Potensi pasar di kelas itu masih sangat besar. "Daerah-daerah kecil bisa menjadi pasar baru bagi Monster Jelly," ujarnya. Namun, ia mengingatkan, persaingan bisnis makanan minuman sudah ketat. Selain kualitas makanan, mitra harus pintar mencari lokasi strategis yang sesuai segmen pasar.

Monster Jelly
Jln. Gayung Kebun Sari, Blog G No. 2,
Surabaya, Jawa Timur
HP: 087777701106

Sumber : Kontan, Kamis 5 Juli 2012
                Noverius Laoli, Revi Yohana